Translate

Senin, 06 Januari 2014

Posted by Unknown
No comments | 5:04:00 PM

Agribisnis?

Post terakhir dari saya kemarin kan sudah nonton video nih, nah hari ini kita serius lagi :B . . . :D

Berhubung saya mahasiswa agribisnis nih, kali ini saya akan sedikit membahas tetang "apa sih yang dimaksud agribisnis?" 

Agribisnis adalah konsep yan digunakan untuk menggambarkan usaha pertanian baik perusahaan secara individual maupun kolektif. Agribisnis adalah perusahaan yang terlibat dalam satu atau lebih tahap produksi tanaman dan ternak.

Agribisnis identik dengan perusahaan pertanian. Dalam hal ini kata agribisnis merupakan gabungan kata-kata pertanian dan bisnis, yang menunjukkan bahwa agribisnis melibatkan berbagai kegiatan dan metode yang digunakan melibatkan produksi pangan modern. Kegiatan bisnis pertanian mulai dari penyediaan bibit, agrichemicals, mesin pertanian, grosir dan distribusi produk, pengolahan, pemasaran, dan penjualan ritel. Namun sayangnya terkadang tidak mempertimbangkan praktik terbaik untuk lingkungan dan sosial ketika melakukan bisnis. Karena hasil akhirnya atau untuk bottom line mereka adalah keuntungan.

Contoh kegiatan yang termasuk agribisnis diantaranya adalah :
  1. Penelitian dan pengembangan sumber daya baru dan metode pertanian.
  2. Kepemilikan atau pengelolaan sarana produksi pertanian seperti lahan pertanian dan fasilitas ternak.
  3. Pembuatan atau distribusi pasokan pertanian dan peralatan seperti mesin, pakan, dan pupuk.
  4. Pemrosesan atau distribusi produk pertanian.

Istilah "agribisnis" diciptakan pada tahun 1950 oleh John Herbert Davis dan Ray A. Goldberg untuk mencerminkan dua arah saling ketergantungan antara pengusaha dan petani dalam peran ganda pemasok dan pembeli. Perusahaan bisnis yang melayani pertanian bergantung pada petani untuk pasar mereka dan untuk beberapa persediaan mereka . Dengan cara yang sama, peternakan tidak bisa beroperasi tanpa usaha yang memproduksi pasokan pertanian dan mereka yang menyimpan, mengolah, dan komoditas pertanian barang dagangan. 

Menghasilkan makanan atau serat merupakan produk akhir dari semua operasi agribisnis. Sehingga, dampak ekonomi dari agribisnis cukup signifikan, agribisnis lebih besar hampir dua kalinya dari semua perusahaan manufaktur (diukur dalam total aset), namun biayanya yang digunakan cukup besar yaitu sekitar 40 persen dari semua belanja konsumen, dan untuk mempekerjakan 37 persen dari angkatan kerja.
 
 
Namun kegiatan agribisnis juga dapat memberi dampak negatif terhadap iklim global. Hal tersebut karena keinginan untuk mencapai profit yang besar sehingga mengupayakan berbagai cara yang mungkin dapat berdampak negatif, salah satunya adalah pertanian skala industrial. 

Faktanya adalah bahwa ledakan di pertanian skala industri bertanggung jawab atas banyaknya deforestasi yang terjadi di hutan hujan di Amazon dan Asia Tenggara. Besar perusahaan multinasional AS bertanggung jawab untuk tebang habis banyak hutan pertumbuhan tua ukuran negara-negara seperti Wales dan Belanda, untuk menciptakan kedelai dan kelapa sawit monokultur. Pertanian kacang kedelai "memakan" hutan hujan Amazon. Sementara hutan hujan Indonesia, terbesar kedua di belakang Brasil, dan hutan hujan Malaysia, sedang ditelan oleh perkebunan kelapa sawit. 75 % dari emisi gas rumah kaca di Brasil adalah karena kliring dan mengubur hutan hujan. Brasil merupakan kontributor polusi terbesar keempat ke lingkungan. Di hutan hujan di Indonesia, kebakaran jarang terjadi, tetapi pada tahun 1997 dan 1998 kebakaran mengamuk melalui wilayah pedesaan di negara itu dan terjadi pada lahan yang didedikasikan untuk perkebunan kelapa sawit . Metode "tebang dan bakar", yang digunakan oleh perusahaan untuk membuka lahan untuk pertanian monokultur merupakan kontributor perubahan iklim.

Nah, agribisnis itu keren kan. iya lah kan jurusan saya :D
tapi tetep harus selalu menjaga kelestarian lingkungan lo. . . tar lingkungannya rusak karen keserakahan kita, anaka cucu kita kelak mau makan apa coba?

Semoga bermanfaat kawan :)

Minggu, 05 Januari 2014

Posted by Unknown
No comments | 3:24:00 PM

Manfaat Kerjasama


Biar gak bosen, dengan artikel-artikel yang telah saya post. Kali ini kita selingi nonton video ini nih: keren, lucu, tapi bermakna tentunya. :)

Coba diputar dulu videonya ya. . .

Ok, setelah lihat videonya ada yang teman-teman dapat ?
hahaha. . . keren kan

Tapi yang penting itu esensinya kawan. . . yapp "kerjasama" itu poin adalah nilai utamanya.

Kalau dalam kehidupan manusia tentu istilah ini tak asing lagi. Karena memang pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial, yang artinya manusia tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Oleh karena itu dibutuhkan kerjasama dalam menjalankan kehidupan.  

Secara sosiologis, bekerjasama (cooperation) merupakan salah satu bentuk proses interaksi sosial yang paling utama. Yang dimaksud dengan bekerjasama adalah kerjasama antar orang perorangan dan antar kelompok manusia untuk mencapai satu atau beberapa tujuan bersama dalam organisasi.

Kerjasama yang terjalin dalam kelompok tradisional, akan bertambah kuat apabila ada bahaya dari luar yang mengancam dan menyinggung kesetiaan kelompok. Mereka akan bersikap agresif jika dalam jangka waktu lama mengalami kekecewaan yang ditimbulkan oleh adanya rintangan yang bersumber dari luar kelompoknya. Bahkan akan semakin tajam jika kelompok tersebut merasa tersinggung atau dirugikan oleh kelompok lainnya. Dalam batas tertentu, perlawanan yang bersifat kelompok ada baiknya yaitu untuk menciptakan keseimbangan dalam kehidupan bermasyarakat. Namun, seringkali keadaannya bersifat kontra-produktif, di mana anggota kelompok kurang berinisiatif dan kurang daya kreasinya oleh karena orang perorangan terlalu mengandalkan pada bantuan dari rekan sekelompoknya. Nah lo. . . ternyata ada yang negatif juga, tapi harapannya kerjasama kita adalah kerjasama yang positif dan bermanfaat ya . . .

Adapun manfaat kerjasama sangat besar bagi kehidupan makhluk hidup khusunya manusia, manfaat kerjasama sebagai berikut: 
Kusnadi (2003) mengatakan bahwa berdasarkan penelitian kerja sama mempunyai beberapa manfaat, yaitu sebagai berikut:
  • Kerja sama mendorong persaingan di dalam pencapaian tujuan dan peningkatan produktivitas.
  • Kerja sama mendorong berbagai upaya individu agar dapat bekerja lebih produktif, efektif, dan efisien.
  • Kerja sama mendorong terciptanya sinergi sehingga biaya operasionalisasi akan menjadi semakin rendah yang menyebabkan kemampuan bersaing meningkat.
  • Kerja sama mendorong terciptanya hubungan yang harmonis antarpihak terkait serta meningkatkan rasa kesetiakawanan.
  • Kerja sama menciptakan praktek yang sehat serta meningkatkan semangat kelompok.
  • Kerja sama mendorong ikut serta memiliki situasi dan keadaan yang terjadi dilingkungannya, sehingga secara otomatis akan ikut menjaga dan melestarikan situasi dan kondisi yang telah baik.
Kerja sama pada intinya menunjukkan adanya kesepakatan antara dua orang atau lebih yang saling menguntungkan dan kedua pihak memberi kontribusi atau peran yang sesuai dengan kekuatan dan potensi masing-masing pihak, sehingga keuntungan atau kerugian yang dicapai atau diderita kedua
pihak bersifat proporsional, artinya sesuai dengan peran dan kekuatan masing-masing. Hal ini menggambarkan bahwa dalam kerja sama, ada rasa senasib sepenanggungan antara pihak yang bermitra. Dalam hal ini risiko yang dihadapi termasuk resiko menderita kerugian dalam pengelolaan usaha ditanggung bersama antara pihak yang bermitra, sehingga resiko yang ditanggung masing-masing pihak menjadi berkurang.

Kerjasama dalam kehidupan akan dapat melahirkan karya – karya besar yang bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan hidup. Sebaliknya konflik pertikaian dapat menimbulkan kerusakan di bumi. Manusia sebagai mahkluk social membutuhkan keberadaan orang lain dan hal ini akan dapat terpenuhi jika nilai-nilai kerukunan tumbuh dan berkembang ditengah-tengah masyarakat.
Jadi kerjasama itu penting kan, stop pertikaian -> Cinta Damai . . .
Posted by Unknown
No comments | 8:53:00 AM

Pertanian Organik


Pertanian organik adalah metode bercocok tanam dan produksi ternak dengan jalan tidak menggunakan pestisida, pupuk, organisme hasil rekayasa genetika, antibiotik dan hormon pertumbuhan. Produksi organik adalah sistem holistik yang dirancang untuk mengoptimalkan produktivitas dan kebugaran masyarakat yang beragam dalam agro - ekosistem, termasuk organisme tanah, tanaman, hewan ternak dan manusia. Tujuan utama dari produksi organik adalah untuk mengembangkan usaha yang berkelanjutan dan harmonis dengan lingkungan. 

Prinsip-prinsip umum produksi organik, dari Standar Organik Kanada ( 2006), adalah sebagai berikut:
  1. Aman bagi lingkungan, meminimalkan degradasi tanah dan erosi, mengurangi polusi, mengoptimalkan produktivitas biologi dan mempromosikan keadaan suara kesehatan.
  2. Mempertahankan kesuburan tanah jangka panjang dengan mengoptimalkan kondisi untuk aktivitas biologis di dalam tanah.
  3. Mempertahankan keanekaragaman hayati dalam ekosistem.
  4. Bahan daur ulang dan sumber daya untuk memaksimalkan produksi dalam perusahaan.
  5. Memberikan kepedulian yang mempromosikan kesehatan dan memenuhi kebutuhan konsumsi.
  6. Menyiapkan produk-produk organik, mengutamakan proses yang aman, dan metode penanganan untuk menjaga integritas organik dan kualitas dari produk di semua tahapan produksi.
  7. Bergantung pada sumber daya terbarukan dalam sistem pertanian yang diselenggarakan secara lokal.
Pertanian organik mempromosikan penggunaan rotasi tanaman dan cover crop, dan mendorong hubungan host / predator seimbang. Residu organik dan nutrisi yang diproduksi di pertanian yang didaur ulang kembali ke dalam tanah. Cover crop dan pupuk kompos yang digunakan untuk mempertahankan bahan organik tanah dan kesuburan. Serangga atau musuh alami dan pengendalian penyakit secara preventif dipraktekkan, termasuk rotasi tanaman, perbaikan genetika dan varietas tahan. pengendalian hama dan gulma secara terpadu, dan sistem konservasi tanah adalah cara yang dilakukan pada pertanian organik. 

Pestisida organik disetujui meliputi yang  "natural " atau produk pengelolaan hama lain yang termasuk dalam Daftar Zat diijinkan atau Permitted Substances List (PSL) dari standar organik (the organic standards).  The Permitted Substances List berupa daftar yang diizinkan untuk digunakan sebagai pestisida dalam pertanian organik. Semua biji-bijian, sayuran dan suplemen protein untuk pangan ternak harus tumbuh secara organik.Standar organik umumnya melarang produk rekayasa genetika dan kloning hewan, pestisida sintetis, pupuk sintetis, limbah lumpur, obat-obatan sintetis, makanan dan bahan-bahan sintetis, dan radiasi pengion. Produk dan praktek-praktek yang dilarang tidak boleh digunakan pada pertanian organik bersertifikat untuk setidaknya tiga tahun sebelum panen dari produk-produk organik bersertifikat. Ternak harus dinaikkan secara organik dan makan 100 persen organik bahan pakan.

 Pertanian organik menyajikan banyak tantangan beberapa tanaman yang lebih sulit daripada yang lain untuk tumbuh secara organik, namun, hampir setiap komoditas dapat diproduksi secara organik.

Sabtu, 04 Januari 2014

Posted by Unknown
No comments | 10:45:00 PM

ETIKA MEMBACA AL-QUR'AN 


Sebaiknya orang yang membaca Al-Qur'an dalam keadaan sudah berwudhu, suci pakaiannya, badannya dan tempatnya serta telah bergosok gigi.
 
Hendaknya memilih tempat yang tenang dan waktunya pun pas, karena hal tersebut lebih dapat konsentrasi dan jiwa lebih tenang.
  
Hendaknya memulai tilawah dengan ta`awwudz, kemu-dian basmalah pada setiap awal surah selain selain surah At-Taubah. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman yang artinya: "Apabila kamu akan mem-baca al-Qur'an, maka memohon perlindungan-lah kamu kepada Allah dari godaan syetan yang terkutuk". (An-Nahl: 98).
 
Hendaknya selalu memperhatikan hukum-hukum tajwid dan membunyikan huruf sesuai dengan makhrajnya serta membacanya dengan tartil (perlahan-lahan). Allah  berfirman yang Subhanahu wa Ta'ala artinya: "Dan Bacalah Al-Qur'an itu dengan perlahan-lahan". (Al-Muzzammil: 4).
 
Disunnatkan memanjangkan bacaan dan memperindah suara di saat membacanya. Anas bin Malik Radhiallaahu anhu pernah ditanya: Bagaimana bacaan Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam (terhadap Al-Qur'an? Anas menjawab: "Bacaannya panjang (mad), kemudian Nabi membaca "Bismillahirrahmanirrahim" sambil memanjangkan Bismillahi, dan memanjangkan bacaan ar-rahmani dan memanjangkan bacaan ar-rahim". (HR. Al-Bukhari). Dan Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam juga bersabda: "Hiasilah suara kalian dengan Al-Qur'an". (HR. Abu Daud, dan dishahih-kan oleh Al-Albani).
 
Hendaknya membaca sambil merenungkan dan menghayati makna yang terkandung pada ayat-ayat yang dibaca, berinteraksi dengannya, sambil memohon surga kepada Allah bila terbaca ayat-ayat surga, dan berlindung kepada Allah dari neraka bila terbaca ayat-ayat neraka. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman yang artinya: "Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran." (Shad: 29). Dan di dalam hadits Hudzaifah ia menuturkan: "......Apabila Nabi terbaca ayat yang mengandung makna bertasbih (kepada Allah) beliau bertasbih, dan apabila terbaca ayat yang mengandung do`a, maka beliau berdo`a, dan apabila terbaca ayat yang bermakna meminta perlindungan (kepada Allah) beliau memohon perlindungan". (HR. Muslim). Allah berfirman yang artinya:
 
Hendaknya mendengarkan bacaan Al-Qur'an dengan baik dan diam, tidak berbicara. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman yang artinya: "Dan apabila Al-Qur'an dibacakan, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu men-dapat rahmat". (Al-A`raf: 204).
 
Hendaklah selalu menjaga al-Qur'an dan tekun membacanya dan mempelajarinya (bertadarus) hingga tidak lupa. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: "Peliharalah Al-Qur'an baik-baik, karena demi Tuhan yang diriku berada di tangan-Nya, ia benar-benar lebih liar (mudah lepas) dari pada unta yang terikat di tali kendalinya". (HR. Al-Bukhari).
 
Hendaknya tidak menyentuh Al-Qur'an kecuali dalam keadaan suci. Allah Subhanahu wa Ta'ala telah berfirman yang artinya: "Tidak akan menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan". (Al-Waqi`ah: 79).
 
Boleh bagi wanita haid dan nifas membaca al-Qur'an dengan tidak menyentuh mushafnya menurut salah satu pendapat ulama yang lebih kuat, karena tidak ada hadits shahih dari Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam yang melarang hal tersebut.
 
Disunnatkan menyaringkan bacaan Al-Qur'an selagi tidak ada unsur yang negatif, seperti riya atau yang serupa dengannya, atau dapat mengganggu orang yang sedang shalat, atau orang lain yang juga membaca Al-Qur'an. 
Termasuk sunnah adalah berhenti membaca bila sudah ngantuk, karena Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: "?pabila salah seorang kamu bangun di malam hari, lalu lisannya merasa sulit untuk membaca Al-Qur'an hingga tidak menyadari apa yang ia baca, maka hendaknya ia berbaring (tidur)". (HR. Muslim).

[Taken From Kitab "Etika Kehidupan Muslim Sehari-hari" By : Al-Qismu Al-Ilmi-Dar Al-Wathan]
Posted by Unknown
No comments | 8:10:00 PM

Definisi Pertanian Berkelanjutan


Pertanian berkelanjutan dapat didefinisikan dalam banyak cara, tapi intinya adalah berusaha untuk mempertahankan pertanian, sumber daya dan lingkungan dengan cata melaksanakan praktek pertanian dan metode yang menguntungkan, ramah lingkungan dan baik untuk lingkungan. Pertanian berkelanjutan akan sesuai dan saling melengkapi pertanian modern. Ini mungkin memberikan hasil yang senilai terhadap nilai-nilai sebenarnya dari produsen dan produk mereka. Dalam belajar pertanian berkelanjutan akan sangat berkaitan dengan pertanian organik maka perlu juga untuk mempelajari pertanian organik. Petani yang bekerja pada pertanian dan peternakan baik dalam skala besar ataupun kecil, memanfaatkan teknologi baru dan memperbaharui praktek-praktek terbaik dari masa lalu . 
Singkatnya definisi pertanian berkelanjutan adalah :
  1. Secara ekonomi layak : Jika tidak menguntungkan , tidak berkelanjutan.
  2. Mendukung Sosial : Kualitas hidup petani , keluarga petani dan masyarakat pertanian adalah penting.
  3. Secara ekologis suara . Kita harus melestarikan sumber daya yang menopang kita semua.
Selain definisi Kongresional, pertanian berkelanjutan telah didefinisikan dalam beberapa cara, misalnya saja, sebagai sistem yang tanpa batas dapat berdiri sendiri tanpa menurunkan kuliatas atau kemampuan tanah, lingkungan serta sumber daya manusia. Hal ini mencerminkan keprihatinan terhadap kelangsungan hidup jangka panjang dari pertanian.


Dr John E. Ikerd, Profesor di University of Missouri, mengemukakan pandangannya tentang keberlanjutan: . " Sebuah pertanian berkelanjutan harus ekonomis, bertanggung jawab secara sosial dan ekologis Suara ekonomi, sosial dan ekologi saling terkait, dan semuanya penting untuk keberlanjutan. Sebuah pertanian yang menggunakan atas atau degradasi sumber daya alam, atau mencemari lingkungan alam, pada akhirnya akan kehilangan kemampuannya untuk memproduksi. ini tidak berkelanjutan. Sebuah pertanian yang tidak menguntungkan, setidaknya dari waktu ke waktu, tidak akan memungkinkan petani yang. untuk bertahan dalam bisnis ini tidak berkelanjutan Sebuah pertanian yang gagal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, sebagai produsen dan warga negara serta konsumen, tidak akan didukung oleh masyarakat ini tidak berkelanjutan. Sebuah pertanian berkelanjutan harus memenuhi syarat ketiganya tersebut - . . . ekologis , ekonomis dan tanggung jawab sosial dan ketiga harus selaras ."
Posted by Unknown
No comments | 9:12:00 AM

Potensi Sektor Pertanian di Indonesia


Indonesia merupakan wilayah yang memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Sehingga menjadikan Indonesia dikenal sebagai negara agraris, Faktanya adalah bahwa sebagian besar mata pencarian penduduk Indonesia berasal dari sektor pertanian dan menjadikan sektor pertanian sebagai salah satu pilar besar perekonomian Indonesia, itulah mengapa negara kita disebut sebagai negara agraris. Karena memang memiliki wilayah yang sangat potensial untuk mengembangkan usaha di sektor pertanian. Salah satunya adalah bahwa Indonesia terletak di garis khatulistiwa dan merupakan salah satu negara yang berada di wilayah tropis, oleh sebab itulah Indonesia memiliki potensi pertanian yang sangat baik dengan didukung kelimpahan sumber daya alam dan kondisi lingkungan Indonesia yang mendukung pertanian tropika.

Sektor pertanian mempunyai peranan strategis dalam struktur pembangunan perekonomian nasional. Pertanian merupakan sektor yang memiliki peranan signifikan bagi perekonomian Indonesia. Sektor pertanian menyerap 35.9% dari total angkatan kerja di Indonesia dan menyumbang 14.7% bagi GNP Indonesia (BPS, 2012). Fakta-fakta tersebut menguatkan pertanian sebagai megasektor yang sangat vital bagi perekonomian Indonesia. Lahan yang subur juga merupakan modal yang sangat potensial untuk menjadikan pertanian Indonesia sebagai sumber penghasilan masyarakatnya dan juga penopang perekonomian bangsa.

Namun sayangnya sektor ini masih kurang  mendapatkan perhatian secara serius dari pemerintah dalam pembangunan bangsa. Hal tersebut dapat dilihat mulai dari proteksi, kredit hingga kebijakan lain yang tidak menguntungkan bagi sektor ini. Banyaknya program pembangunan pertanian yang tidak terarah jugan semakin menjerumuskan sektor ini pada kehancuran. Banyak alih fungsi lahan menjadi pemukiman, pertokoan, perindustrian,  jalan tol atau fasilitas-fasilitas lainnya yang mengakibatkan semakin sempitnya lahan untuk usahatani. Meski demikian sektor pertanian masih tetap menjadi mata pencaharian sebagian besar warga Indonesia, banyak tenaga kerja yang kemudian menggeluti usahatani untuk memenuhi kebutuhannya.

Apabila dilihat dari potensi-potensi yang ada, seharusnya Indonesia sangat mampu untuk memenuhi kebutuhan pangan bangsa Indonesia sendiri dan bahkan juga mampu untuk mengekspor ke negara lain sehingga dapat membuat negara kita lebih maju jika dimanfaatkan dengan baik. Indonesia memiliki potensi sumberdaya alam, termasuk plasma nutfah, yang melimpah (mega biodiversity). Bio-diversity darat Indonesia merupakan terbesar nomor dua di dunia setelah Brasil, sedangkan bila termasuk biodiversity laut maka Indonesia merupakan terbesar nomor satu di dunia. Hal ini dapat dilihat dengan beragamnya jenis komoditas pertanian tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan yang sudah sejak lama diusahakan sebagai sumber pangan dan pendapatan masyarakat.

Keaneka ragaman hayati yang didukung dengan sebaran kondisi geografis berupa dataran rendah dan tinggi; limpahan sinar matahari dan intesitas curah hujan yang hampir merata sepanjang tahun di sebagian wilayah; serta keaneka ragaman jenis tanah memungkinkan dibudidayakannya aneka jenis tanaman dan ternak asli daerah tropis, serta komoditas introduksi dari daerah sub tropis secara merata sepanjang tahun di Indonesia.

Aneka ragam dan besarnya jumlah plasma nutfah tanaman dan hewan, baik yang asli daerah tropis maupun komoditas introduksi yang sudah beradaptasi dengan iklim tropis, di sisi lain merupakan sumber materi genetik yang dapat direkayasa untuk menghasilkan varietas dan klone tanaman unggul serta bangsa ternak. Potensi pertanian Indonesia ini, banyak dimanfaatkan oleh negara-negara lain seperti Belanda, Prancis, Amerika dll dalam mendapatkan plasma nutfah antara lain bibit-bibit pertanian, yang dalam pelaksanaan pemanfaatannya membentuk industri bibit pertanian. Sebagian besar dari productnya dibawa ke luar negeri atau negara-negara tersebut.
 
Indonesia memiliki potensi ketersediaan lahan yang cukup besar dan belum dimanfaatkan secara optimal. Data dari kajian akademis yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Pengelolaan Lahan dan Air, Kementerian Pertanian pada tahun 2006 memperlihatkan bahwa total luas daratan Indonesia adalah sebesar 192 juta ha, terbagi atas 123 juta ha (64,6 persen) merupakan kawasan budidaya dan 67 juta ha sisanya (35,4 persen) merupakan kawasan lindung. Dari total luas kawasan budidaya, yang berpotensi untuk areal pertanian seluas 101 juta ha, meliputi lahan basah seluas 25,6 juta ha, lahan kering tanaman semusim 25,3 juta ha dan lahan kering tanaman tahunan 50,9 juta ha. Sampai saat ini, dari areal yang berpotensi untuk pertanian tersebut, yang sudah dibudidayakan menjadi areal pertanian sebesar 47 juta ha, sehingga masih tersisa 54 juta ha yang berpotensi untuk perluasan areal pertanian. Jumlah luasan dan sebaran hutan, sungai, rawa dan danau serta curah hujan yang cukup tinggi dan merata sepanjang tahun sesungguhnya merupakan potensi alamiah untuk memenuhi kebutuhan air pertanian

Akan tetapi pada kenyataannya kita masih kurang maksimal dalam memanfaatkan potensi-potensi tersebut untuk mengembangkan sektor pertanian. Sering kali kita mengalami kelangkaan beberapa beberapa produk hasil pertanian seperti baru-baru ini penduduk digegerkan dengan langkanya kacang kedelai yang merupakan bahan pokok pembuatan tempe, dan membuat tempe yang dari kedelai semakin mahal, berimbas buruk kepada semua para petani, pedagang, dan semua masyarakat. Sebenarnya dengan potensi alam yang ada dan mendukung jika dimanfaatkan dengan baik seharusnya mampu mengatasi berbagai kelangkaan bahan-bahan pangan dan mampu mengurangi ketergantungan pemerintah dalam mengimpor bahan-bahan pangan.

Jumat, 03 Januari 2014

Posted by Unknown
No comments | 5:34:00 PM

PENYAKIT TUNGRO PADA TANAMAN PADI

 1.       Pengertian Penyakit Tungro
Penyakit tungro merupakan salah satu kendala produksi padi nasional karena kehilangan hasil yang diakibatkannya tinggi.Penyakit ini telah menyebar hampir keseluruh Indonesia, terutama di daerah sentra produksi beras nasional seperti di Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi, dan Kalimantan Selatan. Menurut Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan, luas tanaman terinfeksi setiap tahunnya rata-rata mencapai 16.477 ha, dan yang rusak total (puso) mencapai 1.027 ha selama periode 1996-2002.Dengan perkiraan kehilangan hasil dari tanamanterinfeksi rata-rata 20%, tanaman puso 90%, hargagabah Rp 1200/kg,kerugian akibat penyakit tungromencapai Rp. 14,1 milyar.Pada saat terjadi ledakan serangan nilai kerugian bisa melebihi dari perhitungan tersebut diatas.Ledakan tungro sepuluh tahun terakhir ini terjadi di Kabupaten Klaten pada tahun 1995 dengan luas tanaman terserang 12.340 ha, di Nusa Tenggara Barat pada 1998 dengan luas serangan mencapai 15.000 ha.Disamping itu penyebaran tungro di Jawa Barat terutama di dataran rendah Kabupaten Subang di Jalur Pantai Utara (Jalur Pantura) semakin meluas.
Penyakit tungro disebabkan oleh dua jenis virus yang berbeda yaitu virus bentuk batang Rice Tungro Bacilliform Virus (RTBV) dan virus bentuk bulat Rice Tungro Spherical Virus (RTSV). Kedua jenis virus tersebut tidak memiliki kekerabatan serologi dan dapat menginfeksi tanaman secara bersama-sama. Virus tungro hanya ditularkan oleh wereng hijau (sebagai vektor) tidak terjadi multiplikasi dalam tubuh wereng dan tidak terbawa pada keturunananya. Sejumlah species wereng hijau dapat menularkan virus tungro, namun Nephotettix virescens merupakan wereng hijau yang paling efisien sehingga perlu diwaspadai keberadaannya. Penularan virus tungro dapat terjadi apabila vektor memperoleh virus setelah mengisap tanaman yang terinfeksi virus kemudian berpindah dan mengisap tanaman sehat tanpa melalui periode laten dalam tubuh vektor.
Klasifikasi biologi patogen  penyebab penyakit tungro adalah sebagai berikut :
Rice tungro bacilliform virus (RTBV)
·Group : Group VII (dsDNA-RT)
·Family: Caulimoviridae
·Genus : Tungrovirus
·Species: Rice tungro bacilliform virus
Rice tungro spherical virus (RTSV)
·Group  : Group IV ((+)ssRNA)
·Family : Sequiviridae
·Genus  : Waikavirus
·Species: Rice tungro spherical virus
2.        Gejala Serangan
Gejala penyakit tungro umumnya muncul kurang lebih seminggu setelah inokulasi, dimulai dari adanya diskolorasi kekuningan pada ujung daun muda, kemudian diikuti klorosis di antara vena daun. Tanarnan yang sakit parah mcmpunyai anakan sedikit, pertumbuhan akar terhambat, sangat kerdil, dan menghasilkan panikel yang kecil dengan bulir-bulir gabah kosong. Gejala penyakit akan persisten pada varietas yang rentan, sedangkan pada varietas yang agak tahan gejala tidak berkembang pada daun muda dan ada kecenderungan sehat kembali.
Serangan tungro di suatu hamparan sawah pada umumnya terlihat berkelompok, suatu indikasi bahwa waktu infcksi berbeda-beda. Sebaran tanaman sakit yang mengelompok dapat menyebabkan hamparan tanaman padi terlihat seperti bergelombang karena adanya perbedaan tinggi tanaman antara tanaman sehat dan sakit. Pada varietas yang agak tahan, setelah petani memberikan tambahan pupuk nitrogen, pertanaman padi yang semula sakit tampak seperti sembuh, menghijau kembali dan memberikan harapan untuk memperoleh hasil panen, walaupun sebenarnya virus-virus tungro masih tetap ada dan berkembang di dalamnya. Yang sering terjadi pada varietas yang rentan, pertanaman tampak merana sampai waktu panen atau sampai ada usaha sanitasi untuk menghilangkan sumber penyakit. Pada kasus yang lain apabila pertanaman padi terhindar dan infeksi sampai umur dua bulan, maka virus-virus rungro tidak akan mengakibatkan kerusakan tanaman dan kehilangan hasil panen

Gambar 2.1 Penyakit Tungro pada Padi
Gejala khas serangan Penyakit Tungro yaitu daun berwarna kuning oranye (berbintik-bintik karat berwarna hitam) yang dimulai dari ujung daun selanjutnya berkembang ke bagian bawah. Akibat serangan tungro, jumlah anakan berkurang, tanaman kerdil serta malai yang terbentuk lebih pendek dan banyak yang hampa,biasanya tinggi tanaman tidak merata. Tingkat berkurangnya jumlah anakan dan kekerdilan tergantung pada saat infeksi dan ketahanan varietas. Gejala lain yaitu terjadinya pemendekan jarak antara pangkal daun atau bahkan berhimpitan atau kadang-kadang satu bidang sehingga terlihat seperti kipas. Berikiut ini adalah gambar cirri khas penyakit tungro :

Gambar 2.2 Gejala Khas Penyakit Tungro
Gambar 2.3 Gejala Khas  dilapangan
3.        Siklus Penyakit Tungro
Sumber inokulum penyakit tungro terdapat pada tanaman padi, singgang serta rumput-inang yang sakit.  Serangga penular virus tungro menularkan virus secara non persisten. Serangga penular penyakit tungro terutama adalah wereng hijau dari spesies Nephotetix virescens dan N. nigropictus.
Gambar 3.1 Wereng Hijau

Serangga penular penyakit virus tungro menularkan penyakit tersebut secara non persisten. Masa inkubasi dalam tanaman adalah 6 – 9 hari.  Serangga dapat menularkan virus dengan segera dalam waktu 2 jam setelah memperoleh virus dan mempertahankan dalam tubuhnya selama tidak lebih dari 5 hari.  Setelah masa itu, serangga menjadi tidak infektif lagi.  Kembali menjadi infektif setelah menghisap tanaman sakit. Nimfa wereng hijau dapat menularkan virus, tetapi  infektif setelah ganti kulit.  Virus tidak dapat ditularkan melalui telur serangga maupun melalui biji, tanah, air dan secara mekanis (pergesekan antara bagian tanaman sakit dengan yang sehat).
Gambar 3.2  Siklus Penularan Penyakit Tungro
Infeksi tungro dapat terjadi mulai persemaian.  Pada stadium ini tanaman sangat rentan terhadap infeksi virus.  Apabila infeksi terjadi pada stadium persemaian maka gejala tungro akan terlihat pada tanaman umur 2-3 minggu setelah tanam (mst).  Tanaman muda yang terinfeksi akan merupakan sumber infeksi di lapangan.
4.        Perkembangn Tungro
Populasi awal imago wereng hijau (migran) mulai menginfestasi tanaman berumur ± 2 mst.  Selanjutnya generasi yang menginfestasi tanaman muda disebut G0, generasi berikutnya generasi G1 dan seterusnya.  Puncak kepadatan populasi tertinggi lebih sering terjadi pada pertengahan fase pertumbuhan tanaman.
Gambar 4.1 Skema Dinamika Populasi N.virescens dan  Perkembangan Penyakit Tungro
Meskipun kepadatan populasi vektor di lapangan umumnya rendah, tetapi karena kemampuan vektor untuk menyebar relatif tinggi, maka apabila terdapat sumber infeksi, penyakit tungro dapat cepat meluas terutama pada  pola tanam padi yang tidak serempak.
5.        Pengendalian penyakit
Pada prinsipnya penyakit tungro tidak dapat dikendalikan secara langsung artinya, tanaman yang telah terserang tidak dapat disembuhkan.Pengendalian bertujuan untuk mencegah dan meluasnya serangan serta menekan populasi wereng hijau yang menularkan penyakit. Mengingat banyaknya faktor yang berpengaruh pada terjadinya serangan dan intensitas serangan, serta untuk mencapai efektivitas dan efisiensi, upaya pengedalian harus dilakukan secara terpadu yang meliputi :
1.    Waktu tanam tepat
Waktu tanam harus disesuaikan dengan pola fluktuasi populasi wereng hijau yang sering terjadi pada bulan-bulan tertentu.Waktu tanam diupayakan agar pada saat terjadinya puncak populasi, tanaman sudah memasuki fase generatif (berumur 55 hari atau lebih).Karena serangan yang terjadi setelah masuk fase tersebut tidak menimbulkan kerusakan yang berarti.
2.    Tanam serempak
Upaya menanam tepat waktu tidak efektif apabila tidak dilakukan secara serempak. Penanaman tidak serempak menjamin ketersediaan inang dalam rentang waktu yang panjang bagi perkembangan virus tungro, sedangkan bertanam serempak akan memutus siklus hidup wereng hijau dan keberadaan sumber inokulum. Penularan tungro tidak akan terjadi apabila tidak tersedia sumber inokulum walaupun ditemukan wereng hijau, sebaliknya walaupun populasi wereng hijau rendah akan terjadi penularan apabila tersedia sumber inokulum.
3.    Menanam varietas tahan
Menanam varietas tahan merupakan komponen penting dalam pengendalian penyakit tungro.Varietas tahan artinya mampu mempertahankan diri dari infeksi virus dan atau penularan virus oleh wereng hijau.Walaupun terserang, varietas tahan tidak menunjukkan kerusakan fatal, sehingga dapat menghasilkan secara normal. Sejumlah varietas tahan yang dianjurkan untuk daerah NTB antara lain: Tukad Patanu, Tukad Unda, Bondoyudo dan Kalimas. IR-66, IR-72 dan IR-74.Sejumlah varietas Inpari yang baru dilepas juga dinyatakan tahan tungro. Hasil penelitian di daerah endemis membuktikan Tukad Unda cukup tahan dengan intensitas serangan 0,0%-9,14% sedangkan varietas peka IR-64 berkisar 16,0%-79,1%. Penelitian di Lanrang Sulawesi Selatan juga menunjukkan daya tahan Tukad Patanu terhadap tungro dengan intensitas serangan 18,20% sedangkan varietas peka Ciliwung mencapai 75,7%.
4.    Memusnahkan (eradikasi) tanaman terserang
Memusnahkan tanaman terserang merupakan tindakan yang harus dilakukan untuk menghilangkan sumber inokulum sehingga tidak tersedia sumber penularan. Eradikasi harus dilakukan sesegera mungkin setelah ada gejala serangan dengan cara mencabut seluruh tanaman sakit kemudian dibenamkan dalam tanah atau dibakar. Pada umumnya petani tidak bersedia melakukan eradikasi karena mengira penyakit bisa disembuhkan dan kurang memahami proses penularan penyakit. Untuk efektifitas upaya pengendlian, eradikasi mesti dilakukan diseluruh areal dengan tanaman terinfeksi, eradikasi yang tidak menyeluruh berarti menyisakan sumber inokulum.
5.    Pemupukan N yang tepat
Pemupukan N berlebihan menyebab-kan tanaman menjadi lemah, mudah terserang wereng hijau sehingga memudahkan terjadi inveksi tungro, karena itu penggunaan pupuk N harus berdasarkan pengamatan dengan Bagan Warna Daun (BWD) untuk mengetahui waktu pemupukan yang paling tepat. Dengan BWD, pemberian pupuk N secara berangsur-angsur sesuai kebutuhan tanaman sehingga tanaman tidak akan menyerap N secara berlebihan.
6.    Penggunaan pestisida
Penggunaan pestisida dalam mengendalikan tungro bertujuan untuk eradikasi wereng hijau pada pertanaman yang telah tertular tungro agar tidak menyebar ke pertanaman lain dan mencegah terjadinya infeksi virus pada tanaman sehat. Penggunaan insektisida sistemik butiran (carbofuran) lebih efektif mencegah penularan tungro. Mengingat infeksi virus dapat terjadi sejak di pesemaian, sebaiknya pencegahan dilakukan dengan antara lain tidak membuat pesemaian di sekitar lampu untuk menghindari berkumpulnya wereng hijau di pesemaian dan menggunakan insektisida confidor ternyata cukup efektif. Insesektisida hanya efektif menekan populasi wereng hijau pada pertanaman padi yang menerapkan pola tanam serempak. Karena itu pengendalian penyakit tungro yang sangat berbahaya akan berhasil apabila dilakukan secara bersama-sama dalam hamparan relatif luas, utamakan pencegahan melalui pengelolaan tanaman yang tepat (PTT) untuk memperoleh tanaman yang sehat sehinga mampu bertahan dari ancaman hama dan penyakit. 
Permasalahan mengenai penyakit tungro harus lebih diperhatikan oleh peneliti bidang pertanian, juga oleh petani.Karena apabila penyakit ini diabaikan maka panen padi yang diharapkan dapat hilang karena padi terserang penyakit tungro.Menurut saya harus ada Varietas baru yang tahan dengan serangan wereng hijau maupun serangan penyakit tungro. Selain itu petani harus pintar dalam mengendalikan penyakit tungro sedini mungkin, ketika timbul gejala serangan, petani langsung tanggap dan langsung mengatasi masalah/serangan OPT tersebut.

Diberdayakan oleh Blogger.